Tanda Tanda Penyakit HIV AIDS

Penyakit HIV AIDS merupakan penyakit yang paling mematikan dan membahayakan lebih dari penyakit ganas lainnya seperti kanker. Penyakit AIDS yang diakibatkan oleh adanya virus HIV mampu menghancurkan dan mematikan fungsi dan kerja organ penting dalam tubuh manusia, terutama sistem kekebalan tubuh yang dbangun untuk menghalau berbagai serangan penyakit, namun tak berfungsi secara normal dan utuh.

Maka tak heran mereka yang terinfeksi virus HIV ini mudah terserang penyakit berbahaya lainnya seperti tumor dan kanker. Virus HIV akan semakin berkembang dan bertahan di dalam cairan tubuh manusia yang meliputi cairan darah, cairan sperma, cairan vagina, air susu ibu, keringat, air liur dan air mata dsb.

Gambar : Penyebaran virus HIV AIDS (hubungan seksual, darah, jarum suntik, dan ibu yang hamil positif HIV AIDS).

Virus HIV / AIDS akan mudah ditularkan pada hubungan seksual terutama bagi mereka yang seing berganti-ganti pasangan, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, tidak menggunakan pelindung saat berhubungan seksual (kondom) dengan seseorang yang awalnya tidak menderita HIV.

Ketiak seseorang mulai terinfeksi virus HIV AIDS, akan banyak tanda-tanda yang diperlihatkan yang muncul dalam diri si penderita. Gejala umum apabila seseorang terjangkit virus HIV AIDS, seperti timbul gejala infeksi sistematik seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, tubuh merasa lemah, serta penurunan berat badan.

Skema perkembangan virus HIV AIDS

Gejala dari infeksi virus HIV AIDS yang menyerang anggota tubuh

Berikut ini ada dijabarkan beberapa tanda-tanda umum dari virus HIV AIDS sampai seseorang dinyatakan positif menderita HIV AIDS, diantaranya adalah :

1. Tahap 1 Periode Jendela

- Dalam tahap 1, virus HIV ini akan masuk ke dalam tubuh, dan membentuk antibodi HIV di dalam darah.

- Tubuh penderita masih terlihat

- Jika dilakukan pemeriksaan tes darah atau tes dilaboratorium, virus HIV ini belum terdeteksi.

- Dalam tahap ini disebut tahapan jendela yang dapat berlangsung 2 minggu- 6 bulan.

2. Tahap 2 HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata berlangsung 5-10 tahun.

- Penyebaran virus semakin luas didalam tubuh dan semakin berkembang serta mulai menjalar ke bagian-bagian sel tubuh, kemudian membentuk antibodi yang semakin kuat dari tahap 1.

- Meskipun virus telah berkembang dan menjalar, namun jika dilakukan tes pemeriksaan virus HIV belum menunjukkan gejala khusus, sehingga tubuh penderita masih tampak sehat.

- kemudian dalam tahap ini, ketika dilakukan tes laboratorium, virus HIV dapat terdeteksi karean antibodi dari virus HIV semakin terbentuk di dalam tubuh.

- Umumnya pada tahap 2 ini seseorang yang terjangkit virus HIV ini masih terlihat sehat dan dapat bertahan selama 5-10 tahun, tergantung dari daya tahan tubuh, namun kebanyakan kondisi tubuh akan mulai meleamh ketika memasuki 8 tahun perkembangan dari virus HIV.

3. Tahap 3 – HIV Positif (Timbul gejala yang mulai dirasakan)

- Pada tahap ketiga iin, tanda-tanda seseorang terjangkit virus HIV mulai dirasakan oleh tubuh dan terlihat. Sistem imun tubuh mulai menurunkan fungsinya sehingga tubuh sering merasa lemah yang diakibatkan virus HIV semakin menyebar luas hampir ke seluruh bagian jaringan tubuh dan semakin kuat membentuk antibodi HIV.

- Tanda-tanda mulai terlihat berupa infeksi opurtunistik yakni pembengkakan kelenjar lmfa di seluruh tubuh, diare yang terjadi terus-menerus, flu dan penyakit-penyakit lainnya yang mudah datang menyerang dan tidak dapat disembuhkan.

- Pada tahap ketiga, gejala yang mulai ditimbulkan akan berlangsung selama 1 bulan tergantung dari daya tahan tubuh.

4. Tahap 4 AIDS mulai menampakkan diri dan terlihat jelas

- Dalam tahap 4 atau stadium akhir dari perjalanan virus HIV yang semakin berkembang kemudian seseorang telah dinyatakan positif mengidap penyakit HIV AIDS mulai tampak terlihat. Keadaan tubuh yang semakin lemah dan kemampuan sistem kekebalan tubuh tak mampu lagi mempertahankan kekuatan tubuh.

- Tanda-tanda HIV AIDS yang dirasakan pada tahap ini dapat dikatakan sebagai stadium akhir atau kronis yang disertai berbagai macam penyakit lain yang mendera tubuh semakin memperburuk keadaan. Komplikasi dari penyakit lain yang semakin menekan dan berkembang. Komplikasi inilah yang akhirnya dapat mengancam jiwa penderita.

Penyakit HIV AIDS masih cukup sullit untuk dideteksi dan dikenali. Namun ada beberapa hal umum yang dapat dicermati untuk mengenali ciri-ciri HIV AIDS yang menyerang manusia, diantaranya :

1. Kehilangan berat badan yang semakin dratis hingga 10 % dalam waktu 1 bulan atau tiba-tiba badan menjadi kurus kering tanpa sebab yang jelas.

2. Menderita konstipasi atau diare yang terus menerus hingga kronis hingga menyebabkan kekurangan cairan tubuh dalam waktu yang cukup cepat dan sngkat.

3. Tingkat kesadaran yang mulai menurun dan adanya gangguan neurologis.

4. Demensia / HIV ensefalopati.

Sedangkan tanda khusus dari ciri-ciri HIV AIDS, adalah :

1. Menderita batuk yang kuat dan terus-emenrus selama lebih dari satu bulan

2. Menderita herpes Zostermultisegmental dan herpes zoster secara berulang

3. Timbul pula herpes simpleks kronis progresif

4. Jika virus HIV AIDS terjadi pada wanita, maka akan terdapat infeksi jamur pada organ kewanitaannya

5. Dermartitis generalisata

6. Kandidias orofaringeal

7. Retinitis virus sitoomegalo

Posted in Ciri-Ciri HIV, HIV / AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri Penyakit HIV AIDS

Pernahkah Anda mendengar tentang AIDS ? Apakah penyebab AIDS? AIDS disebabkan oleh virus HIV. Virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh penderita, akibatnya penderita AIDS rentan terhadap segala penyakiit yang menyerang.

Apabila penderita terserang suatu penyakit tubuh penderita tidak dapat melawn penyakit tersebut, akibatnya penderita akan mengalami kematian.

Kasus pertama AIDS dikenal pada tahun 1981 dan virusnya segera teridentifikasi sesuah itu. Sebagian besar kasus AIDS terjadi pada pria homosekusal atau biseksual.

Kebanyakan kasus terjadi pada kulit putih, tetapi angka serangan di kalangan orang kulit hitam dan Hispanik jauh lebih tinggi. Seperti pada bulan Juni 19989 terdapat 87.100 kasus pada pria dan 8.461 kasus pada wanita. Sementara 67% kasus pada pria kemungkinan terinfeksi melalui aktivitas homoseksual dan 17% melalui pengguna obat intravena, 52% kasus pada wanita dikaitakan dengan penggunaan obat intravena dan 30% dengan aktivitas heteroseksual.

AIDS adalah penyebab utama kedelapan hilangnya tahun-tahun kehidupan sebelum usia 65 tahun. Dari setiap 66 bayi yang lahir di New York City pada tahun 1987 dan 1988, 1 bayi memiliki antibodi terhadap HIV, tetapi tidak semuanya terinfeksi: beberapa bayi hanya memiliki antibodi dari ibunya (melalui plasenta) tanpa virus itu sendiri.

Gambar : Gejala atau ciri-ciri penderita HIV AIDS

Epidemi HIV sebagaimana diukur melalui insidensi AIDS memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari penyakit epidemik lain dalam sejarah :

1. Korban akan tetap bersifat infeksius sepanjang hidupnya, bahkan ketika mereka tampak sehat.

2. Korban utama epidemi adalah orang dewasa (walau AIDS pada bayi meningkat pesat)

3. Penyakit ini tidak mempengaruhi sampel acak dari populasi tetapi sangat cenderung pada kelompok yang telah ternoda di masyarakat yang mengacaukan pembahasan intervensi

4. Seperti dikemukan di atas, epidemi ini merupakan serangkaian epidemik yang memiliki ciri tersendiri, masing-masing dengan karakteristiknya sendiri: pengguna obat intravena dan pasnagan mereka, pria homoseksual an biseksual.

Posted in Ciri-Ciri HIV, HIV / AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri HIV AIDS

Pernahkah Anda mendengar tentang Acquirred Immune Deficiency Syndrome (AIDS)? AIDS merupakan suatu sindrom yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh pada penderitanya. Akibatnya, jika penderita terserang penyakit, kekebalan tubuhnya tidak akan bekerja sehingga penderita dapat mengalami kematian.

Virus sangat unik, mengapa? Karena virus dapat dikristalkan dan hanya melaksanakan aktivitas hidupnya pada sel hidup atau jaringan hidup. Jika virus terdapat di luar sel hidup, virus seperti benda mati karena tidak dapat melakukan aktivitas hidupnya.

Apakah virus dikelompokkan sebagai makhluk hidup atau benda mati? Jika berada di luar sel hidup, virus tidak dapat bergerak, tumbuh atau bereproduksi sehingga di luar sel hidup virus dikelompokkan sebagai makhluk tak hidup. Sebaliknya, jika virus ada di dalam sel makhluk hidup lain seperti hewan, tumbuhan atau manusia, virus dapat tumbuh dan bereproduksi sehingga dikatakan bahwa virus adalah makhluk hidup.

Oleh karena itu, virus dikategorikan sebagai peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Berikut adalah ciri-ciri umum  yang dimiliki oleh virus HIV :

1. Virus berukuran sangat kecil, berkisar 0,05 µ m-0,2 µ m (1 µ m = 1/1000 mm). Oleh karena itu, virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

2. Tubuh virus terdiri atas selubung dan bahan inti. Bahan inti berupa RNA (Ribonucleic aid) atau DNA (Deoxiribonucleic acid).

3. Virus tidak mempunyai membran dan organel-organel sel yang penting bagi kehidupan.

4. Virus hanya dapat berproduksi jika berada dalam sel hidup atau jaringan hidup.

5. Virus dapat dikristalkan layaknya benda mati

Virus tersusun dari asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat  (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid.

Bentuk virus bermacam-macam ada yang berbentuk batang, bola atau bulat, berbentuk peluru dan beberapa berbentuk huruf T seperti pada virus bakteriofage.

Posted in Ciri-Ciri HIV, HIV / AIDS | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Virus HIV / AIDS

AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infksi virus HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Seseorang yang terinfeksi virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

Gambar anatomi virus HIV/AIDS

HIV ditularkan melaului kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui seksual baik vaginal, anal, ataupun oral, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Para ilmuwan dan peneliti kesehatan banyak yang memberikan kesimpuan bahwa HIV/AIDS ini untuk pertama kali berasal dari benua Afrika pada suku pendalaman, terutama pada suatu wilayah dimana pemahaman akan pendidikan seksual, pelayanan kesehatan, cara mereka hidup yang jauh dari kata sehat dan seimbang, sehingga memunculkan kemungkinan besar adanya penyakit yang mematikan yang mudah mengintai mereka kapan saja yang salah satunya adalah HIV AIDS. Kini HIV AIDS telah menjadi suatu penyakit yang sangat mematikan, sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan atau obat yang digunakan untuk mematikan virus berbahaya tersebut.

Gambar : Skema bagian tubuh manusia yang diserang oleh virus HIV/AIDS

HIV AIDS telah mewabah dan menyebarkan virus hingga menginfeksi lebih dari 38,5 juta jiwa manusia di seluruh dunia. Virus HIV AIDS telah dikenal sejak lama pada 5 Juni 1981 hingga pada Januari 2006 telah menelan jiwa lebih dari 25 juta orang berdasarkan data hasil UNAIDS yang bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Penyakit HIV AIDS hingga saat ini adalah penyakit menular yang paling berbahaya dan sangat mematikan.

Pada sebuah kasus yang terjadi di tahun 2005, diperkirakan ada lebih dari 2,4 – 3,3 juta jiwa atau lebih dari 570.000 jiwa yang mati karena terinfeksi virus HIV AIDS yang kebanyakan menimpa pada anak-anak. Diketahui sepertiga dari jumlah kematian di seluruh dunia, Afrika yang paling banyak menelan korban akibat virus mamatikan ini. Banyaknya jiwa yang mati karena virus ini, membuat roda perekonomian beberapa negara di Afrika mengalami perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan sumber daya manusia.

Sebenarnya ada cara untuk mencegah atau mengurangi angka kematian yang disebabkan adanya virus HIV AIDS ini dengan perawatan antiretrovirus, namun sayangnya perawatan tersebut tidak tersedia disemua negara. Mereka yang terlanjur terjangkit virus HIV AIDS ini berpengaruh dalam tingkah pola kehidupan baik secara sosial maupun ekonomi, inilah hukuman sosial atau dampak buruk dari penyakit mematikan ini.

Gejala awal apabila seseorang terjangkit virus HIV AIDS ini tidak akan terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup baik, namun dari banyak kasus yang terjadi virus HIV ini terjadi diawai oleh adanya bakteri, virus, fungsi dan parasit yang dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Namun infeksi oportunistik ini didapat dari penderita AIDS yang hampir mempengaruhi seluruh fungsi dan kerja organ tubuh yang sangat penting hingga ke bagian syaraf. Bagi mereka yang positif terinfeksi virus HIV AIDS ini memiliki resiko lebih tinggi lagi untuk terserang penyakit berikutnya yang tak kalah mematikan yakni kanker seperti sarkoma kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan tubuh yang disebut limfoma. Penyakit HIV AIDS yang sangat mematikan ini umumnya lebih mudah menimpa para wanita dan anak-anak.

Posted in HIV / AIDS | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan HIV Pada Manusia

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan mengandung sel terinfeksi atau partikel virus. Yang dimaksud dengan cairan tubuh di sini adalah darah, semen, cairan vagina, cairan serebropinal dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga terdapat pada air mata, air kemih dan air ludah.

HIV ditularkan melalui cara-cara berikut:
• Hubungan seksual dengan penderita, dimana selaput lendir mulut, vagina atau rektum berhubungan langsung dengan cairan tubuh yang terkontaminasi.
• Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi. Hal ini sering terjadi pada saat transfusi darah, pemakaian jarum bersama-sama atau tidak sengaja tergores oleh jarum yang terkontaminasi virus HIV.
• Pemindahan viruas dari yang terinfeksi kepada anaknya sebelum atau selama proses kelahiran .
• Melalui ASI

HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun dirumah . Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.

Posted in Ciri-Ciri HIV | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment